Selasa, 20 November 2012

Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan



MANFAAT PSIKOLOGI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
MAKALAH
Dosen : Abdul Malik, S.Ag., M.MPd.
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Individu Pengganti Ujian Tengah Semester (UTS) pada Mata Kuliah Psikologi Umum

stai

Oleh :
     Nama      : Rislia Anggini
NIM       : 2011.1045
Semester : II (Dua) B


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SUKABUMI
Jl. Sirnagalih No.74 Cikondang Kota Sukabumi 43111 ' (0266) 225464
2012
 
KATA PENGANTAR
Puji syukur sudah sepatutnya kita panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikannya makalah yang berjudul “MANFAAT PSIKOLOGI DALAM DUNIA PENDIDIKAN” ini tepat pada waktunya.
Makalah ini berisikan tentang manfaat-manfaat yang bisa didapat dari mempelajari psikologi, namun dalam makalah ini saya spesifikasikan manfaat itu hanya dalam ruang lingkup pendidikan saja. Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir, terutama kepada Bapak Abdul Malik, S.Ag, M.M.Pd. selaku dosen pembimbing.
Diharapkan makalah ini dapat berguna dalam kegiatan pembelajaran sekaligus dapat memberikan informasi kepada kita tentang manfaat-manfaat mempelajari psikologi yang tentunya dirasakan oleh manusia baik secara sadar ataupun tidak, serta dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara spontanitas maupun terencana.
Tak ada gading yang tak retak, saya pun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan untuk perbaikan makalah ini dimasa mendatang. Akhir kata, Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Sukabumi, Mei 2012

   Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah 
B.     Rumusan Masalah 
C.     Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Psikologi
B.     Pengertian Pendidikan
C.     Peranan dan Kontribusi Psikologi dalam Pendidikan
D.    Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan

BAB III KOMENTAR PENULIS

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan 
B. Saran 

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Setiap harinya pengetahuan-pengetahuan baru bermunculan dengan teori-teori yang terus dikembangkan, begitu pula dengan teori belajar, yang mulai dikembangkan sebelum abad 20 oleh plato, yang dikenal dengan teori disiplin mental, dimana dalam belajar mental seseorang harus dilatih sebelumnya.
Secara luas teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi,  karena berbicara mengenai belajar kita akan mengkaji tentang sosok manusia dimana manusia memiliki akal untuk berfikir, berbeda dengan binatang yang hanya bisa berintuisi tetapi tidak bisa menggunakan otaknya untuk berpikir.
Psikologi sebagai suatu disiplin ilmu sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan, baik di institusi pendidikan formal (sekolah), informal (keluarga), maupun non formal (masyarakat). Pengetahuan tentang psikologi sangat diperlukan untuk memahami karakteristik kognitif, afektif, psikomotorik dan berbagai aspek psikologis lainnya yang berbeda antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya secara integral.
Pemahaman aspek psikologis memiliki kontribusi yang sangat berarti dalam membelajarkan peserta didik sesuai dengan kebutuhan peserta didik, bagaimana pendidik dapat memahami lingkungan pembelajaran yang bukan hanya bersifat homogen tetapi juga bersifat heterogenitas dalam beberapa hal seperti banyaknya gejala-gejala gangguan psikologis yang ditunjukkan oleh peserta didik yang merupakan gejala atau aktivitas umum jiwa manusia (Abimanyu dan La Sulo, 1990:14), sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan maksimal.
Berdasarkan hal tersebut, saya memberi judul ” Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan pada makalah saya ini, semoga dapat berguna bagi rekan-rekan insan akademis khususnya dan masyarakat umumnya untuk membuka pikiran dan menambah wawasan lebih banyak tentang psikologi dalam dunia pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini terdapat beberapa persoalan atau permasalahan yang berkaitan dengan judul makalahdiantara sekian banyak permasalahan yang ada, yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Apa  pengertian Psikologi ?
2.    Apa pengertian Pendidikan ?
3.    Apa peran dan kontribusi psikologi dalam pendidikan ?
4.    Apa saja manfaat psikologi dalam dunia pendidikan ?

C.    Tujuan
1.      Agar dapat memahami tentang  psikologi.
2.      Agar dapat memahami tentang pendidikan.
3.      Agar dapat mengetahui peranan dan kontribusi psikologi dalam pendidikan.
4.      Agar dapat mengetahui manfaat psikologi dalam dunia pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari perkataan Yunani psyche yang artinya jiwa, dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi bahwa psikologi berarti ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dengan singkat disebut ilmu jiwa.
Jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi seluruh perbuatan-perbuatan pribadi (personal behaviour) dari hewan tingkat tinggi dan manusia. Karena sifatnya yang abstrak, maka kita tidak dapat mengetahui jiwa secara wajar, melainkan kita hanya dapat mengenal gejalanya saja.
Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. atau ilmu yamg mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda, maka definisi yang dikemukakan juga berbeda-beda. Diantara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu, diantaranya sebagai berikut :
a.       Dr. Singgih Dirgagunarsa:” Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
b.      Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa : psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
c.       Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental, berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia seperti penggunaan pancaindera, pikiran, perasaan, dan kehendak.
     Adanya perbedaan pendapat para ahli psikologi dikarenakan adanya perbedaan titik tolak para ahli dalam mempelajari dan membahas kejiwaan yang sangat kompleks. Tetapi yang paling penting dan dpat dipetik dari berbagai pengertian tersebut adalah hal itu cukup memberikan wawasan pengertian tentang psikologi.
    Namun, Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan secara terminologi psikologi ialah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia lewat gejala-gejala jiwa yang tampak dalam dirinya sebagai hasil dari penggunaan segala sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri.

2.      Pengertian Pendidikan
Menurut kamus Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Pada dasarnya pengertian pendidikanUU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan kepribadian (personality) dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru, nilai-nilai baru, dan kecakapan baru, sehingga ia dapat berbuat yang lebih sukses dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam hidup.
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Sedangkan menurut H. Horne, “pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada perkembangan peserta didik untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita- cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

3.      Peran dan Kontribusi Psikologi dalam Dunia Pendidikan
Abimanyu (1996) mengemukakan bahwa peranan psikologi dalam pendidikan ialah bertujuan untuk memberikan orientasi mengenai laporan studi, menelusuri masalah-masalah di lapangan dengan pendekatan psikologi serta meneliti faktor-faktor manusia dalam proses pendidikan dan dalam situasi proses belajar mengajar.
Psikologi dalam dunia pendidikan banyak mempengaruhi perumusan tujuan pendidikan, perumusan kurikulum maupun prosedur dan metode-metode belajar mengajar. Psikologi berperan memberikan jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah-masalah sebagai berikut:
a.       Perubahan yang terjadi pada peserta didik selama dalam proses pendidikan.
b.      Pengaruh pembawaan dan lingkungan atas hasil belajar.
c.       Hubungan antara teknik mengajar dan hasil belajar.
d.      Perbandingan hasil pendidikan formal dengan pendidikan informal atas diri individu.
e.       Nilai sikap ilmiah atas pendidikan yang dimiliki oleh para pendidik.
f.       Pengaruh interaksi antara pendidik dan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta peserta didik.
g.      Hambatan, kesulitan,ketegangan, dan sebagainya yang dialami oleh peserta didik selama proses pendidikan.
h.      Pengaruh perbedaan individu yang satu dengan individu lain dalam batas kemampuan belajar.
 Kontribusi psikologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan terhadap dunia pendidikan memang sangat besar karena menyangkut semua aspek di bidang pendidikan, bukan hanya menyangkut proses belajar mengajar itu sendiri, akan tetapi juga menyangkutmasalah-masalah di luar proses belajar mengajar.
Berikut beberapa kontribusi psikologi dalam dunia pendidikan, diantaranya: Membekali pengetahuan dan pemahaman kepada para pendidik tentang aktivitas umum jiwa peserta didik dalam proses pendidikan. Membentuk pendidik yang kreatif, memiliki rasa ingin tahu yang kuat tentang mengapa dan bagaimana peserta didik serta memahami perubahan kondisi yang memungkinkan belajar lebih efektif.
Mengingat begitu besarnya kontribusi psikologi dalam dunia pendidikan, maka sudah barang tentu dapat dikatakan bahwa psikologi sebagai landasan pengembangan kurikulum pendidikan.

4.      Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan
Pada dasarnya orang mempelajari psikologi untuk menjadikan manusia agar hidupnya baik dan bahagia. Karena psikologi sekarang ternyata telah memasuki banyak bidang dalam kehidupan, begitu banyaknya persoalan yang dapat dibantu dan diselesaikan oleh psikologi. Misalnya persoalan-persoalan manusia yang hidup di pabrik, di sekolah, di sawah dan sebagainya. Dengan psikologi, manusia tidak ragu-ragu lagi mengubah cara hidup, tingkah laku dan pergaulan dalam masyarakat.
Dahulu orang menyangka, bahwa orang gila itu disebabkan karena tubuhnya diganggu oleh roh halus, tetapi sekarang orang sudah berubah asumsinya. Dahulu orang menyangka, bahwa orang berbuat kejahatan itu hanya terdapat pada oarng-oarng dewasa saja, tetapi sekarang orang berpendapat bahwa kejahatan iut juga terdapat pada anak-anak, tersebab warisan dari orang tuanya. Dahulu oarng sering marah terhadap anaknya apabila tidak mau belajar, tetapi ahli-ahli psikologi sekarang tidak demikian.
Jadi tegasnya, psikologi sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia, karena dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan hidup manusia dan oarng yang ingin sukses dalam segalanya harus mengetahui dasar-dasar dari psikologi, misalnya :
a.       saudagar, penting mengetahui dasar-dasar jiwa, supaya dapat melayani pembeli dengan baik.
b.      Hakim, tanpa mengetahui dasar-dasar jiwa tidak mungkin mereka dapat menjatuhkan hukuman dengan baik/tepat.
c.       Polisi, tanpa mengetahui dasar-dasar jiwa tak mungkin dapat mengetahui dan melaksanakan kepidanaan dengan baik
   Di samping hal tersebut di atas, psikologi juga sangat penting dalam kalangan pendidikan, bahkan sangat erat hubunngannya, misalnya: Ali mengajar Beni Aljabar. Di sini ada dua obyek, yaitu : Ali harus mengetahui jiwa Beni & Ali harus mengetahui pengetahuan Aljabar.
Oleh karena itu adanya psikologi, maka timbulah soal-soal penting di dalam mengajar dan mendidik. Sebab soal mengajar dan mendidik harus benar-benar mengetahui jiwa seseorang. Seperti halnya seorang dokter, di dalam mengobati seseorang harus mengetahui soal-soal urat saraf, susunan tubuh dan sebagainya. Begitu juga spoir harus mengetahui tentang onderdil-onderdil mobil dan mesin-mesin dan sebagainya.
Sebetulnya setiap oarang dewasa yang normal sedikit banyak telah mengetahui psikologi, meskipun pengetahuan mereka itu tidak sistematis. Jadi sebetulnya mempelajari psikologi itu, bukanlah sesuatu hal yang baru bagi seseorang. Semua pengertian-pengertian yang diajarkan oleh psikologi telah dirasakan bersama manfaatnya dan diakui kecocokannya dengan kenyataan yang dihayati.
Oleh karena itu, barang siapa dapat mengetahui psikologi, ia akan dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa dimanapun ia berada. Misalnya di lapangan, pendidikan, kedokteran, pengadilan. Industri, jual beli, tentara, pemuda, anak-anak dan sebagainya.
Pendidikan adalah salah satu praktek dari psikologi. Oleh karena itu, sebenarnya seorang pendidik hendaknya juga seorang yang paham tentang psikologi. Sebab apabila tidak demikian si pendidik itu akan berbuat sesuatu dengan tanpa pedoman atau landasan-landasan teori yang semestinya. Psikologi dapat memberi sumbangan pada pendidikan misalnya bagaimana cara anak belajar, berfikir, mengingat, memperhatikan dan sebagainya.
Mempelajari psikologi dalam kehidupan tidak hanya berguna bagi orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan kepada anak sesuai dengan tahap perkembangannya, tapi juga berguna ketika memahami diri kita sendiri. Bagi seorang guru, yang tugas utamanya adalah pendidik, sangat penting memahami psikologi belajar. kegiatan pembelajaran dalam pendidikan sarat dengan muatan psikologis.
Mengabaikan aspek-aspek psikologis dalam proses pembelajaran akan berakibat kegagalan, sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan mudah. Sehubungan dengan ini, setiap pendidik selayaknya memahami seluruh proses dan perkembangan manusia, khususnya peserta didik. Pengetahuan mengenai proses dan perkembangan dan segala aspeknya itu sangat bermanfaat, dan manfaat yang dapat diraih antara lain :
a.       pendidik dapat memberikan layanan dan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada peserta didik dengan pendekatan yang relefan dengan tingkat perkembangannya
b.      pendidik dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar peserta tertentu
c.       dapat mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar mengajar bidang studi tertentu
d.      pendidik dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran sesuai dengan kemampuan psikologisnya
e.       mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar
f.       memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
g.      membantu menciptakan suasana edukatif dan efektif
h.      dapat menyusun program pengajaran yang sesuai dengan masa perkembangan peserta didik
i.        pendidik dapat dengan mudah memilih metode-metode pembelajaran dan pengajaran yang tepat untuk digunakan


BAB III
KOMENTAR PENULIS

Setelah saya menyusun makalah yang  bersumber dari buku dan media elektronik (internet) ini, saya dapat mengetahui, mengerti, dan memahami bahwa psikologi bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dimana keagungannya hanya ada pada masa lalu saja, tetapi lebih dari itu Sejarah psikologi sendiri memberikan refleksi yanng menarik tentang evolusi pemikiran intelektual secara umum, karena subjek pembahasan tradisionalnya adalah aktivitas manusia.
Perkembangan psikologi tidak dapat dipisahkan dari evolusi seluruh pengetahuan. Yang saya pahami Psikologi merupakan bidang yaang sangat luas karena menyangkut manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Mengapa saya membahas psikologi hanya dalam bidang pendidikan?, bukan berarti dalam bidang lain psikologi dikesampingkan, hanya saja karena yang terlihat jelas dan terasa oleh saya sebagai mahasiswi jurusan pendidikan yang tentunya harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses pembelajaran.
Psikologi memberikan manfaat dan kontribusi besar dalam dunia pendidikan karena pendidik yang mampu menguasai dan mengatasi masalah-masalah yang terjadi di lingkungan pendidikan dia adalah pendidik yang mampu menguasai psikologi sebelum dia terjun langsung ke lapangan untuk menndidik.
Manfaat-manfaat akan lebih terasa jika psikologi khususnya benar-benar digunakan dan diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya oleh pendidik dalam mendidik peserta didik, dimana pendidik harus benar-benar selalu memiliki rasa ingin tahu dan kekreatifan untuk selalu membuat suasana belajar mengajar menyenangkan dan tidak membuat jenuh peserta didik.
Hal yang dapat saya tangkap dari pembahasan makalah ini, bahwa psikologi dapat bermanfaat dalam dunia pendidikan jika aspek-aspek yang lain mendukung, aspek-aspek tersebut antara lain:

a.       komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik
b.      adanya saling terbuka akan konflik yang menyangkut satu sama lain agar dapat diselesaikan secara baik-baik
c.       saling mengerti dan memahami terutama dalam situasi pembelajaran
d.      adanya toleransi dalam berbagai situasi dan kondisi, dan lain-lain

BAB IV
PENUTUP

A.           Simpulan
Psikologi ialah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia lewat gejala-gejala jiwa yang tampak dalam dirinya sebagai hasil dari penggunaan segala sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri.
Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada perkembangan peserta didik untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita- cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan.
Abimanyu (1996) mengemukakan bahwa peranan psikologi dalam pendidikan ialah bertujuan untuk memberikan orientasi mengenai laporan studi, menelusuri masalah-masalah di lapangan seperti hubungan antar pendidik dan peserta didik, hal-hal yang mempengaruhi pembelajaran, dan lain-lain dengan pendekatan psikologi serta meneliti faktor-faktor manusia dalam proses pendidikan dan dalam situasi proses belajar mengajar.  
psikologi sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia, karena dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan hidup manusia dan orang yang ingin sukses dalam segalanya harus mengetahui dasar-dasar dari psikologi, mempelajari psikologi dalam kehidupan tidak hanya berguna bagi orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan kepada anak sesuai dengan tahap perkembangannya, tapi juga berguna ketika memahami diri kita sendiri.
Beberapa manfaat yang bisa didapat antara lain :
a.           Dapat memberikan layanan dan bantuan dan bimbingan yang tepat
b.           Dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar peserta
c.           dapat mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar mengajar
d.          dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran
e.           mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar
f.            memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
g.           membantu menciptakan suasana edukatif dan efektif
h.           dapat menyusun program pengajaran yang sesuai dengan masa perkembangan peserta didik
i.             dapat dengan mudah memilih metode-metode pembelajaran dan pengajaran yang tepat untuk digunakan

B.            Saran
Pendidik hendaknya dapat mengembangkan  keaktifan proses belajar mengajar di dunia pendidikan dalam memanfaatkan psikologi, baik keaktifan megenai kegiatan pendidik, maupun keaktifan peserta didik. Mahasiswa dan mahasiswi jurusan pendidikan khususnya memang benar-benar harus menguasai tentang psikologi, dimana suatu saat kelak mereka akan menghadapi peserta didik pada situasi dan kondisi yang setiap harinya pasti berbeda.
DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.
Hadis, Abdul. 2006. Psikologi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Osborne, richard. 2004. Freud untuk pemula. Yogyakarta : kanisius.



KAIZEN ^^"

1 komentar: