Selasa, 20 November 2012

Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan



MANFAAT PSIKOLOGI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
MAKALAH
Dosen : Abdul Malik, S.Ag., M.MPd.
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Individu Pengganti Ujian Tengah Semester (UTS) pada Mata Kuliah Psikologi Umum

stai

Oleh :
     Nama      : Rislia Anggini
NIM       : 2011.1045
Semester : II (Dua) B


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SUKABUMI
Jl. Sirnagalih No.74 Cikondang Kota Sukabumi 43111 ' (0266) 225464
2012
 
KATA PENGANTAR
Puji syukur sudah sepatutnya kita panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikannya makalah yang berjudul “MANFAAT PSIKOLOGI DALAM DUNIA PENDIDIKAN” ini tepat pada waktunya.
Makalah ini berisikan tentang manfaat-manfaat yang bisa didapat dari mempelajari psikologi, namun dalam makalah ini saya spesifikasikan manfaat itu hanya dalam ruang lingkup pendidikan saja. Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir, terutama kepada Bapak Abdul Malik, S.Ag, M.M.Pd. selaku dosen pembimbing.
Diharapkan makalah ini dapat berguna dalam kegiatan pembelajaran sekaligus dapat memberikan informasi kepada kita tentang manfaat-manfaat mempelajari psikologi yang tentunya dirasakan oleh manusia baik secara sadar ataupun tidak, serta dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara spontanitas maupun terencana.
Tak ada gading yang tak retak, saya pun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan untuk perbaikan makalah ini dimasa mendatang. Akhir kata, Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Sukabumi, Mei 2012

   Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah 
B.     Rumusan Masalah 
C.     Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Psikologi
B.     Pengertian Pendidikan
C.     Peranan dan Kontribusi Psikologi dalam Pendidikan
D.    Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan

BAB III KOMENTAR PENULIS

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan 
B. Saran 

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Setiap harinya pengetahuan-pengetahuan baru bermunculan dengan teori-teori yang terus dikembangkan, begitu pula dengan teori belajar, yang mulai dikembangkan sebelum abad 20 oleh plato, yang dikenal dengan teori disiplin mental, dimana dalam belajar mental seseorang harus dilatih sebelumnya.
Secara luas teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi,  karena berbicara mengenai belajar kita akan mengkaji tentang sosok manusia dimana manusia memiliki akal untuk berfikir, berbeda dengan binatang yang hanya bisa berintuisi tetapi tidak bisa menggunakan otaknya untuk berpikir.
Psikologi sebagai suatu disiplin ilmu sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan, baik di institusi pendidikan formal (sekolah), informal (keluarga), maupun non formal (masyarakat). Pengetahuan tentang psikologi sangat diperlukan untuk memahami karakteristik kognitif, afektif, psikomotorik dan berbagai aspek psikologis lainnya yang berbeda antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya secara integral.
Pemahaman aspek psikologis memiliki kontribusi yang sangat berarti dalam membelajarkan peserta didik sesuai dengan kebutuhan peserta didik, bagaimana pendidik dapat memahami lingkungan pembelajaran yang bukan hanya bersifat homogen tetapi juga bersifat heterogenitas dalam beberapa hal seperti banyaknya gejala-gejala gangguan psikologis yang ditunjukkan oleh peserta didik yang merupakan gejala atau aktivitas umum jiwa manusia (Abimanyu dan La Sulo, 1990:14), sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan maksimal.
Berdasarkan hal tersebut, saya memberi judul ” Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan pada makalah saya ini, semoga dapat berguna bagi rekan-rekan insan akademis khususnya dan masyarakat umumnya untuk membuka pikiran dan menambah wawasan lebih banyak tentang psikologi dalam dunia pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini terdapat beberapa persoalan atau permasalahan yang berkaitan dengan judul makalahdiantara sekian banyak permasalahan yang ada, yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Apa  pengertian Psikologi ?
2.    Apa pengertian Pendidikan ?
3.    Apa peran dan kontribusi psikologi dalam pendidikan ?
4.    Apa saja manfaat psikologi dalam dunia pendidikan ?

C.    Tujuan
1.      Agar dapat memahami tentang  psikologi.
2.      Agar dapat memahami tentang pendidikan.
3.      Agar dapat mengetahui peranan dan kontribusi psikologi dalam pendidikan.
4.      Agar dapat mengetahui manfaat psikologi dalam dunia pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari perkataan Yunani psyche yang artinya jiwa, dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi bahwa psikologi berarti ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dengan singkat disebut ilmu jiwa.
Jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi seluruh perbuatan-perbuatan pribadi (personal behaviour) dari hewan tingkat tinggi dan manusia. Karena sifatnya yang abstrak, maka kita tidak dapat mengetahui jiwa secara wajar, melainkan kita hanya dapat mengenal gejalanya saja.
Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. atau ilmu yamg mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda, maka definisi yang dikemukakan juga berbeda-beda. Diantara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu, diantaranya sebagai berikut :
a.       Dr. Singgih Dirgagunarsa:” Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
b.      Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa : psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
c.       Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental, berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia seperti penggunaan pancaindera, pikiran, perasaan, dan kehendak.
     Adanya perbedaan pendapat para ahli psikologi dikarenakan adanya perbedaan titik tolak para ahli dalam mempelajari dan membahas kejiwaan yang sangat kompleks. Tetapi yang paling penting dan dpat dipetik dari berbagai pengertian tersebut adalah hal itu cukup memberikan wawasan pengertian tentang psikologi.
    Namun, Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan secara terminologi psikologi ialah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia lewat gejala-gejala jiwa yang tampak dalam dirinya sebagai hasil dari penggunaan segala sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri.

2.      Pengertian Pendidikan
Menurut kamus Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Pada dasarnya pengertian pendidikanUU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan kepribadian (personality) dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru, nilai-nilai baru, dan kecakapan baru, sehingga ia dapat berbuat yang lebih sukses dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam hidup.
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Sedangkan menurut H. Horne, “pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada perkembangan peserta didik untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita- cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

3.      Peran dan Kontribusi Psikologi dalam Dunia Pendidikan
Abimanyu (1996) mengemukakan bahwa peranan psikologi dalam pendidikan ialah bertujuan untuk memberikan orientasi mengenai laporan studi, menelusuri masalah-masalah di lapangan dengan pendekatan psikologi serta meneliti faktor-faktor manusia dalam proses pendidikan dan dalam situasi proses belajar mengajar.
Psikologi dalam dunia pendidikan banyak mempengaruhi perumusan tujuan pendidikan, perumusan kurikulum maupun prosedur dan metode-metode belajar mengajar. Psikologi berperan memberikan jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah-masalah sebagai berikut:
a.       Perubahan yang terjadi pada peserta didik selama dalam proses pendidikan.
b.      Pengaruh pembawaan dan lingkungan atas hasil belajar.
c.       Hubungan antara teknik mengajar dan hasil belajar.
d.      Perbandingan hasil pendidikan formal dengan pendidikan informal atas diri individu.
e.       Nilai sikap ilmiah atas pendidikan yang dimiliki oleh para pendidik.
f.       Pengaruh interaksi antara pendidik dan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta peserta didik.
g.      Hambatan, kesulitan,ketegangan, dan sebagainya yang dialami oleh peserta didik selama proses pendidikan.
h.      Pengaruh perbedaan individu yang satu dengan individu lain dalam batas kemampuan belajar.
 Kontribusi psikologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan terhadap dunia pendidikan memang sangat besar karena menyangkut semua aspek di bidang pendidikan, bukan hanya menyangkut proses belajar mengajar itu sendiri, akan tetapi juga menyangkutmasalah-masalah di luar proses belajar mengajar.
Berikut beberapa kontribusi psikologi dalam dunia pendidikan, diantaranya: Membekali pengetahuan dan pemahaman kepada para pendidik tentang aktivitas umum jiwa peserta didik dalam proses pendidikan. Membentuk pendidik yang kreatif, memiliki rasa ingin tahu yang kuat tentang mengapa dan bagaimana peserta didik serta memahami perubahan kondisi yang memungkinkan belajar lebih efektif.
Mengingat begitu besarnya kontribusi psikologi dalam dunia pendidikan, maka sudah barang tentu dapat dikatakan bahwa psikologi sebagai landasan pengembangan kurikulum pendidikan.

4.      Manfaat Psikologi dalam Dunia Pendidikan
Pada dasarnya orang mempelajari psikologi untuk menjadikan manusia agar hidupnya baik dan bahagia. Karena psikologi sekarang ternyata telah memasuki banyak bidang dalam kehidupan, begitu banyaknya persoalan yang dapat dibantu dan diselesaikan oleh psikologi. Misalnya persoalan-persoalan manusia yang hidup di pabrik, di sekolah, di sawah dan sebagainya. Dengan psikologi, manusia tidak ragu-ragu lagi mengubah cara hidup, tingkah laku dan pergaulan dalam masyarakat.
Dahulu orang menyangka, bahwa orang gila itu disebabkan karena tubuhnya diganggu oleh roh halus, tetapi sekarang orang sudah berubah asumsinya. Dahulu orang menyangka, bahwa orang berbuat kejahatan itu hanya terdapat pada oarng-oarng dewasa saja, tetapi sekarang orang berpendapat bahwa kejahatan iut juga terdapat pada anak-anak, tersebab warisan dari orang tuanya. Dahulu oarng sering marah terhadap anaknya apabila tidak mau belajar, tetapi ahli-ahli psikologi sekarang tidak demikian.
Jadi tegasnya, psikologi sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia, karena dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan hidup manusia dan oarng yang ingin sukses dalam segalanya harus mengetahui dasar-dasar dari psikologi, misalnya :
a.       saudagar, penting mengetahui dasar-dasar jiwa, supaya dapat melayani pembeli dengan baik.
b.      Hakim, tanpa mengetahui dasar-dasar jiwa tidak mungkin mereka dapat menjatuhkan hukuman dengan baik/tepat.
c.       Polisi, tanpa mengetahui dasar-dasar jiwa tak mungkin dapat mengetahui dan melaksanakan kepidanaan dengan baik
   Di samping hal tersebut di atas, psikologi juga sangat penting dalam kalangan pendidikan, bahkan sangat erat hubunngannya, misalnya: Ali mengajar Beni Aljabar. Di sini ada dua obyek, yaitu : Ali harus mengetahui jiwa Beni & Ali harus mengetahui pengetahuan Aljabar.
Oleh karena itu adanya psikologi, maka timbulah soal-soal penting di dalam mengajar dan mendidik. Sebab soal mengajar dan mendidik harus benar-benar mengetahui jiwa seseorang. Seperti halnya seorang dokter, di dalam mengobati seseorang harus mengetahui soal-soal urat saraf, susunan tubuh dan sebagainya. Begitu juga spoir harus mengetahui tentang onderdil-onderdil mobil dan mesin-mesin dan sebagainya.
Sebetulnya setiap oarang dewasa yang normal sedikit banyak telah mengetahui psikologi, meskipun pengetahuan mereka itu tidak sistematis. Jadi sebetulnya mempelajari psikologi itu, bukanlah sesuatu hal yang baru bagi seseorang. Semua pengertian-pengertian yang diajarkan oleh psikologi telah dirasakan bersama manfaatnya dan diakui kecocokannya dengan kenyataan yang dihayati.
Oleh karena itu, barang siapa dapat mengetahui psikologi, ia akan dapat menempatkan dirinya sedemikian rupa dimanapun ia berada. Misalnya di lapangan, pendidikan, kedokteran, pengadilan. Industri, jual beli, tentara, pemuda, anak-anak dan sebagainya.
Pendidikan adalah salah satu praktek dari psikologi. Oleh karena itu, sebenarnya seorang pendidik hendaknya juga seorang yang paham tentang psikologi. Sebab apabila tidak demikian si pendidik itu akan berbuat sesuatu dengan tanpa pedoman atau landasan-landasan teori yang semestinya. Psikologi dapat memberi sumbangan pada pendidikan misalnya bagaimana cara anak belajar, berfikir, mengingat, memperhatikan dan sebagainya.
Mempelajari psikologi dalam kehidupan tidak hanya berguna bagi orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan kepada anak sesuai dengan tahap perkembangannya, tapi juga berguna ketika memahami diri kita sendiri. Bagi seorang guru, yang tugas utamanya adalah pendidik, sangat penting memahami psikologi belajar. kegiatan pembelajaran dalam pendidikan sarat dengan muatan psikologis.
Mengabaikan aspek-aspek psikologis dalam proses pembelajaran akan berakibat kegagalan, sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan mudah. Sehubungan dengan ini, setiap pendidik selayaknya memahami seluruh proses dan perkembangan manusia, khususnya peserta didik. Pengetahuan mengenai proses dan perkembangan dan segala aspeknya itu sangat bermanfaat, dan manfaat yang dapat diraih antara lain :
a.       pendidik dapat memberikan layanan dan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada peserta didik dengan pendekatan yang relefan dengan tingkat perkembangannya
b.      pendidik dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar peserta tertentu
c.       dapat mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar mengajar bidang studi tertentu
d.      pendidik dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran sesuai dengan kemampuan psikologisnya
e.       mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar
f.       memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
g.      membantu menciptakan suasana edukatif dan efektif
h.      dapat menyusun program pengajaran yang sesuai dengan masa perkembangan peserta didik
i.        pendidik dapat dengan mudah memilih metode-metode pembelajaran dan pengajaran yang tepat untuk digunakan


BAB III
KOMENTAR PENULIS

Setelah saya menyusun makalah yang  bersumber dari buku dan media elektronik (internet) ini, saya dapat mengetahui, mengerti, dan memahami bahwa psikologi bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dimana keagungannya hanya ada pada masa lalu saja, tetapi lebih dari itu Sejarah psikologi sendiri memberikan refleksi yanng menarik tentang evolusi pemikiran intelektual secara umum, karena subjek pembahasan tradisionalnya adalah aktivitas manusia.
Perkembangan psikologi tidak dapat dipisahkan dari evolusi seluruh pengetahuan. Yang saya pahami Psikologi merupakan bidang yaang sangat luas karena menyangkut manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Mengapa saya membahas psikologi hanya dalam bidang pendidikan?, bukan berarti dalam bidang lain psikologi dikesampingkan, hanya saja karena yang terlihat jelas dan terasa oleh saya sebagai mahasiswi jurusan pendidikan yang tentunya harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses pembelajaran.
Psikologi memberikan manfaat dan kontribusi besar dalam dunia pendidikan karena pendidik yang mampu menguasai dan mengatasi masalah-masalah yang terjadi di lingkungan pendidikan dia adalah pendidik yang mampu menguasai psikologi sebelum dia terjun langsung ke lapangan untuk menndidik.
Manfaat-manfaat akan lebih terasa jika psikologi khususnya benar-benar digunakan dan diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya oleh pendidik dalam mendidik peserta didik, dimana pendidik harus benar-benar selalu memiliki rasa ingin tahu dan kekreatifan untuk selalu membuat suasana belajar mengajar menyenangkan dan tidak membuat jenuh peserta didik.
Hal yang dapat saya tangkap dari pembahasan makalah ini, bahwa psikologi dapat bermanfaat dalam dunia pendidikan jika aspek-aspek yang lain mendukung, aspek-aspek tersebut antara lain:

a.       komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik
b.      adanya saling terbuka akan konflik yang menyangkut satu sama lain agar dapat diselesaikan secara baik-baik
c.       saling mengerti dan memahami terutama dalam situasi pembelajaran
d.      adanya toleransi dalam berbagai situasi dan kondisi, dan lain-lain

BAB IV
PENUTUP

A.           Simpulan
Psikologi ialah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia lewat gejala-gejala jiwa yang tampak dalam dirinya sebagai hasil dari penggunaan segala sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri.
Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada perkembangan peserta didik untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita- cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan.
Abimanyu (1996) mengemukakan bahwa peranan psikologi dalam pendidikan ialah bertujuan untuk memberikan orientasi mengenai laporan studi, menelusuri masalah-masalah di lapangan seperti hubungan antar pendidik dan peserta didik, hal-hal yang mempengaruhi pembelajaran, dan lain-lain dengan pendekatan psikologi serta meneliti faktor-faktor manusia dalam proses pendidikan dan dalam situasi proses belajar mengajar.  
psikologi sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia, karena dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan hidup manusia dan orang yang ingin sukses dalam segalanya harus mengetahui dasar-dasar dari psikologi, mempelajari psikologi dalam kehidupan tidak hanya berguna bagi orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan kepada anak sesuai dengan tahap perkembangannya, tapi juga berguna ketika memahami diri kita sendiri.
Beberapa manfaat yang bisa didapat antara lain :
a.           Dapat memberikan layanan dan bantuan dan bimbingan yang tepat
b.           Dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar peserta
c.           dapat mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar mengajar
d.          dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran
e.           mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar
f.            memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
g.           membantu menciptakan suasana edukatif dan efektif
h.           dapat menyusun program pengajaran yang sesuai dengan masa perkembangan peserta didik
i.             dapat dengan mudah memilih metode-metode pembelajaran dan pengajaran yang tepat untuk digunakan

B.            Saran
Pendidik hendaknya dapat mengembangkan  keaktifan proses belajar mengajar di dunia pendidikan dalam memanfaatkan psikologi, baik keaktifan megenai kegiatan pendidik, maupun keaktifan peserta didik. Mahasiswa dan mahasiswi jurusan pendidikan khususnya memang benar-benar harus menguasai tentang psikologi, dimana suatu saat kelak mereka akan menghadapi peserta didik pada situasi dan kondisi yang setiap harinya pasti berbeda.
DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.
Hadis, Abdul. 2006. Psikologi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Osborne, richard. 2004. Freud untuk pemula. Yogyakarta : kanisius.



KAIZEN ^^"

Senin, 06 Agustus 2012


Bukan untuk Dilupakan Tapi untuk Diikhlaskan
Entah mengapa memori ini selalu terlintas dalam benak dan pikiranku. Ketika musim hujan turun di akhir tahun, aku teringat akan seseorang yang mengajariku banyak hal. Begitu indahnya memberikan kasih sayang, mengajariku untuk bersabar dan selalu bersabar untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tanpa kenal lelah dan tanpa memikirkan sesuatu yang sedang terjadi pada dirinya sendiri.
Ya, dia yang menyayangiku, dia yang begitu kerasnya menginginkanku, setia menungguku dan tak pernah lelah untuk mendapatkan hatiku, walau saat itu dia tahu bahwa aku memiliki kekasih dan aku tidak menginginkannya. Namun, ia tetap tulus untuk menyayangiku lebih dari seorang saudara.
Roni Anugrah (Inor Harguna), lahir di Bogor, 26 Juni 1990. Aku mengenalnya lewat salah seorang teman sekaligus kakak untukku, yaitu Billar Unggaran. Saat itu, kak Inor sedang ada tugas dari sekolahnya (PKL), di tempat pemotongan hewan ternak Palagan, Bojongkokosan. Selama PKL kak Inor kost dekat rumah kak Billar.
Ketika kak Billar meneleponku, kak Billar berkata bahwa ada temannya yang ingin berkenalan denganku, aku pun tak keberatan jika bisa menjalin tali silaturahmi. Sejak saat itu kita berteman, tepatnya akhir Agustus 2010. Suaranya di telepon selalu membuatku tertawa, suara yang unik. Bahkan sampai saat ini pun tak ada yang menyamai suaranya.
Kita lebih banyak berkomunikasi lewat media handphone, salah satunya karena kendala jarak, dan ketidakbebasanku untuk pergi keluar rumah. Sekitar 2 minggu setelah berkenalan, kak Inor menawariku untuk berbisnis laptop, karenatak jelas membicarakan urusan bisnis di handphone, maka dia pun berencana ke rumahku bersama kak Billar. (maybe that one of trick..hee i’m sorry my brother), aku mengizinkan mereka untuk ke rumah, tentunya dengan seizin orang rumah juga.
Hari itu hujan turun sekitar pukul 17.45, meskipun hanya rintik-rintik, aku melihatnya di bawah hujan. Setelah masuk rumah, kita bertiga pun berbincang-bincang, tak lama mamaku datang dan bergabung dalam perbincangan kami. Tak ku sangka mama cepat sekali akrab dengan kak Inor. Aku senang jika mamaku dekat dengan teman-temanku. J
Setelah urusan selesai, mereka pamit pulang. Satu sms yang ku terima setelah pertama kali bertemu dengan kak Inor, “nggy, ,kakak senang bisa ke rumah, ,nggy cantik ihk . .J” begitu katanya. Saat itu hubungan kami semakin erat sebagai saudara. Namun, tak ku sangka, ternyata kak Inor menyimpan perasaan lebih dari seorang saudara kepadaku. Ia menyayangiku sebagai seorang perempuan, bukan sebagai teman/saudaranya.
Saat itu semua berubah, aku mulai menjaga jarak dengannya tanpa bermaksud menghindarinya. Dan saat itu pula kisah-kisahku selama 10 bulan berawal. Pengorbanannya pun begitu terasa, bahkan hingga saat ini.
Setelah PKLnya selesai ia pun kembali lagi ke kota Sukabumi. Sejak saat itu kita jarang sekali bertemu. Inilah beberapa pertemuanku dengannya yang sangat berkesan dalam hidupku.
Pertama, aku teringat ketika subuh hari kak Inor membangunkanku dengan smsnya, saat itu pukul 03.00 WIB. Begini isi smsnya:
“nggy bangun, , udah pagi. .”
“masih jam 3 kak, kakak gak tidur iah..?”
“iahk gy, ,kakak gak bisa tidur. .”
Aku tertidur kembali, setelah adzan subuh aku terbangun dan melihat 10 pesan yang belum ku buka. Semua pesan itu dari kak Inor yang isinya sama,
“nggy jangan tidur lagi, ,kita smsan ajahk. .”
Aku pun cepat membalas dan meminta maaf. Tak berapa lama dia pun mereply,
“iahk gy, ,gak apa2, ,oh ya hari ini berangkat sekolah barengan ya, kakak tunggu di depan. . !”
“hah..berangkat bareng? Kakak kan jauh dari Sukabumi mau ke Parungkuda..? gak usah ya kak, nanti kakak kesiangan masuk sekolahnya..!”
Smsku pun tak dibalas, aku menyimpulkan bahwa kak Inor hanya bergurau. Ketika aku berjalan ke depan gang untuk berangkat sekolah, aku menemukan dua sosok yang tak asing lagi. Aku menatapnya dari atas sampai bawah lalu ke atas lagi (saking tak percaya..hheu). Ternyata itu kak Inor dan kak Billar. Kak Inor lengkap dengan seragam PDH putihnya (SMK), dan kak Billar dengan baju tidurnya yang berwarna biru(hhe..kak Billar bilang bahwa kak Inor datang subuh-subuh ke rumahnya, minta ditemani nunggu nggy di depan gang J).
Masih dengan setengah kaget, aku dan kak Inor pun berangkat sekolah. Di sepanjang perjalanan kami tak berbicara sepatah katapun, yang ada malah saling smsan membahas siapa yang akan mengongkosi :-D. Aku selalu ingat itu kakak.
Tak sampai disitu, kak Inor selalu mengulangi kata bahwa dia menyayangiku lebih dari seorang saudara, namun sekali lagi aku tegaskan kepadanya bahwa aku menyayanginya hanya sebatas teman/saudara, terlebih aku harus menghargai kekasihku, Egi. Jika aku telah berbicara tentang Egi, kak Inor mengerti dengan sikapku dan dia menghargai jawabanku atas keinginannya.
Saat libur Idul Fitri tiba, kira-kira awal desember, aku selalu berlibur ke Puncak (rumah nenek dari mama). Tak disangka kak Inor pun memiliki keluarga di dekat rumah nenekku. Kak Inor berencana berkunjung ke rumah nenekku, aku tak berkeberatan karena niatannya pun baik.
Saat itu hari Rabu diawal Desember, kak Inor mengajakku untuk menikmati suasana perbukitan Puncak, yang letaknya tak jauh dari rumah nenekku. Aku yang tak pernah punya teman di sana, mengiyakan ajakannya. Kemudian aku meminta izin kepada nenek dan tentunya kekasihku. Mereka mengizinkanku, karena mereka tahu keadaanku jika berlibur di sana.
Ketika di perjalanan menuju rumah bu dek nya untuk ikut shalat dzuhur, kami tak pernah berhenti untuk bersenda gurau. Aku serasa memiliki kakak laki-laki yang mampu melindungiku. Setelah selesai shalat, kak Inor bertanya padaku ingin pergi/main kemana. Aku menjawab
“bisa gak kakak ajak nggy ke tempat dimana nggy bisa lihat daerah puncak?”
Dengan tegas dia menjawab, “bisa, ayo..!”.
            Dan benar saja, dia mengajakku ke Agro, daerah perbukitan, dimana aku melihat sekelilingku dengan indah dan tak bisa berkata-kata (speechless..hheu). aku duduk di kursi yang menatap langsung ke depan pemandangan, saat itu dia duduk di sampingku dan berkata,
“nggy, kakak mau kasih lagu buat anggy, ini sebagai ungkapan hati kakak adjha kok”
Aku pun hanya tersenyum, saat MP3 diputar , lagu yang masih akrab ditelingaku sampai saat ini “Kau Puisi_Bondan Fade Two Black”. Seakan semuanya telah diskenariokan, kisahku ini seperti kebanyakkan sinetron. Tapi, suasana seperti itu sangat sempurna untuk dinikmati.
            Tak berapa lama hujan deras turun, dan kami pun menepi ke gazibu untuk berteduh. Sambil menunggu hujan reda, aku dan kak Inor saling bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing.
“dia, Roni Anugrah anak bungsu dari dua bersaudara, ayahnya seorang pelayar, ibunya aktif di dinas kependudukan, kakaknya perempuan kuliah dan tinggal di Bandung, kak Inor bercita-cita ingin menjadi dokter hewan, karena kegemarannya memelihara hewan, terutama kelinci. Saat itu, kak Inor sedang ternak kelinci, bahkan kangkung dan wortel sebagai makanan kelinci pun dia tanam sendiri.” Aku salut mendengarnya bercerita tanpa henti. Siapapun yang mengenalnya tak kan pernah merasakan aura negatif darinya (like me now.. J). Setelah hujan reda aku mengajaknya untuk pulang, dia mengantarkanku pulang sampai rumah, dan berjanji akan berkunjung kembali.
            Ketika liburan semester sekaligus tahun baru 2011, aku berlibur kembali ke Puncak. Tahun baru Masehi disana begitu meriah. Saat malam tahun baru aku pergi ke Kota Bunga bersama adik dan sepupuku. Tepat pukul 00.00, 01 Januari 2011 terompet ditiup dan kembang api dinyalakan dengan begitu mempesona dan meriah. Setelah perayaan selesai, aku pulang ke rumah, karena hujan rintik mulai turun, tak lama ada sms dari kak Inor,
“haduh. . gy kakak dari Sukabumi ke Puncak sengaja cepet2, udah kena macet, keliling kota bunga cariin nggy, sampai lewat tengah malam gak ketemu, tadinya pengen taun baruan bareng nggy”
            Ya Allah, disitu aku tersentuh dengan pengorbanannya, kak Inor bukan kekasihku, juga bukan yang ku istimewakan dalam hidupku, tapi mengapa dia sebaik itu kepadaku?. Saat itu aku tak bisa membalas smsnya karena aku kehabisan pulsa. Aku diam di teras rumah nenek bersama keluargaku sampai pukul 02.30 WIB berharap dia lewat depan rumah nenek. Tapi dia tak kunjung lewat. Akhirnya tahun baru ini aku lewatkan dengan tak enak hati, dalam hujan rintik yang selalu menemani.
            Setelah kejadian itu, aku lebih sering menerima sms darinya, yang menyatakan bahwa dia benar-benar menyayangiku, dan bersedia menjadi kekasih kedua untukku. Hingga akhirnya aku sudah tak tahan dengan tingkahnya kepadaku, dan aku membalas singkat semua smsnya,
“kalau kakak masih memiliki perasaan itu, lebih baik kakak jangan hubungi nggy dulu..!”
Aku sengaja melakukan itu, dia seorang yang terlalu baik, dan aku tidak mau kehilangan sosoknya. Aku pun jarang membalas telepon dan smsnya, hingga dia datang ke rumah nenekku saat malam sekitar pukul 19.30, dia mengirimiku sms,
“gy, kakak ada di luar rumah nih, , anggy keluar ya. .”
“kakak masuk adjah,,pakai adab bertamu yang benar..”
“kakak Cuma sebentar kok gy, Cuma mau minta maaf”
“yasudah nggy maafkan, sekarang kakak pulang ya, soalnya di luar lagi hujan..!”
“kakak pengen ketemu anggy dulu”
“kalau mau ketemu kakak bertamu adjah, nggy gak bisa keluar, gak enak sama keluarga”
“kakak gak mau, kakak tetap bakal nunggu nggy di luar. .”
Aku tak membalas smsnya lagi, karena aku tertidur.
Keesokan harinya, ku lihat ada 6 sms dari kak Inor yang isinya sama, yaitu “menunggu di bawah rintik hujan”. Ternyata dia pulang dengan basah kuyup, lagi-lagi aku pun merasa bersalah.
            Aku jadi sangat jarang berkomunikasi dengannya setelah sepupu kak Inor yang bernama kak Latif menghubungiku dan meminta nggy untuk memberi kesempatan untuk dapat membahagiakan nggy, dia kasihan melihat kak Inor jadi jarang makan, suka sakit-sakitan pula. Saat itu aku sadar bahwa aku sudah salah memperlakukan kak Inor.
            Aku telepon dia, syukurnya dia mau mengangkat, dengan nada sedikit parau, aku mempercayai bahwa dia memang benar-benar sakit. Aku menyuruhnya untuk makan, dan dia menuruti dengan mudahnya. Aku juga meminta maaf atas perlakuanku selama ini kepadanya, dengan tetap menegaskan bahwa aku tetap tak dapat menerimanya sebagai seorang kekasih. Aku sangat menyayangi kekasihku dan tak pernah ingin menduakannya. Dan dari awal pun aku menyayangi kak Inor hanya sebatas teman/saudara untukku.
            Setelah telepon itu, aku tak mendengar kabarnya lagi, sekitar 2,5 bulan kami lost contact. Aku memberanikan diri untuk mengsmsnya, saat itu sekitar awal bulan April 2011,
“assalamualaikum, duh kakak sombong nie,,kemana adjahk, lagi siapin buat UAN ya kak..”
“waalaikumsalam..iahk nggy, kakak janji sama si papa tahun ini kakak harus lulus, walau sekarang kakak sering keluar masuk Rumah Sakit, tapi kakak akan tetap berusaha”
“kakak sakit apa gitu? Maaf ya kalau nggy mengganggu kak”
“biasa, ginjal kakak kambuh lagi nggy, tapi udah gak apahk2, gak ganggu kok”
“bener nie gg apah2..?, yaudah nggy doain semoga kakak cepat sembuh iah, nggy doain juga moga kita lulus barengan tahun ini J
“makasihk yahk nggy, kakak senang bisa kenal nggy”
“sama-sama kak..!”
            Ketika akhir bulan April kak Inor mengsmsku
“nggy, punya teman yang golongan darah O gak. . ?”
“golongan darah nggy O, kenapa kak..?”
“kakak butuh darah gy, bisa bantu kakak gak, di umah Sakit labu darah lagi kosong”
“kakak, nggy mau-mau adjah bantu, Cuma apa nggy bisa..?kan gak gampang juga, ada tahap-tahapnya, terlebih nggy juga punya penyakit dalam”
“oh iahk, kakak lupa, tapi gak apahk2 gy, yang penting ada”
“iah, tapi buat apah kak, sampe pakai darah, ginjal kakak udah parah bukan..?”
“pokoknya nanti kalau kakak sembuh kakak pasti ceritakan ke nggy ya”
            Saat itu aku sangat ingin membantunya, namun Allah berkehendak lain, Ia menurunkan cobaan penyakit untukku selama 1 minggu. Aku meminta maaf kepada kak Inor karena aku tak jadi membantunya. Dia pun berkata tidak apa-apa karena sudah tidak membutuhkan lagi. Saat itu aku mulai merasa aneh, namun ku pendam keanehan itu sendiri. aneh karena merasa ada yang kak Inor sembunyikan dariku, aneh karena dia lebih tertutup daripada sebelumnya, dan masih banyak keanehan lainnya.
Bulan April hingga awal mei adalah bulan tersulit untuk kami sebagai siswa kelas XII menghadapi UAN 2012. Hingga tak ada waktu untuk memberi kabar satu sama lain. Sesekali, Egi pun sering menanyakan tentang kak Inor kepadaku. Dia memang kekasih yang mengerti apa yang sedang terjadi kepadaku saat itu. J
Selesai UAN dan menunggu hasilnya, aku menghubungi kak Inor, saat itu aku masih ingat tanggal 07 Mei 2011, aku mengirim sms motivasi untuknya bahwa tetap optimis menjalani kehidupan, kita pasti lulus tahun ini. Namun, dia hanya membalas singkat smsku,
“kakak sayang anggy”
“maksudnya kak..?”
Dia tak membalas lagi smsku.
            Hingga seminggu kemudian, waktu pengumuman hasil UAN, tanggal 15 Mei 2011, pagi-pagi buta aku sms kak Inor,
“kakak, semangat ya untuk hari ini yang menentukan masa depanmu, nggy yakin hari ini hari bahagia untuk kakak J
Namun, tak ada balasan darinya. Aku menyangka mungkin dia tengah bersia-siap berangkat sekolah.
            Beberapa menit kemudian, teman SMP ku yang bernama Alvin Rafiansyah meneleponku, meminta doa dariku dan menyabarkanku akan sesuatu yang membuatku kaget,
“oh iah gy, kenal si Roni kan?, dia meninggal nggy tadi malam jam 20.00, di RS.Kartika”
Pagi yang seharusnya aku bahagia karena menunggu kabar dari kak Inor, berubah mendadak menjadi lemas, untuk bernafas pun sulit, butiran air mata dengan mudah menetes membasahi pipiku, pagi yang mendung itu membuatku tak berdaya menerima kenyataan itu.
            Langsung ku telepon no.Kak Inor, lama tak diangkat teleponku, terdengar riuh suara tangisan dan suara kak Latif,
“Hallo, nggy..maafin Roni ya kalau banyak salah, nanti kakak telepon balik, kakak lai tenangin keluarganya Roni dulu”
Seketika itupun teleponnya dimatikan tanpa bisa ku menanyakan kenapa. Aku hanya bisa menangis pagi itu, hingga mataku sembab dan mama pun menanyakan kenapa aku menangis. Setelah ku ceritakan, ternyata mama ikut menangis. Mama sudah menganggap kak Inor sebagai anaknya, karena kak Inor begitu baik kepadaku.
            Tak ku sangka kepergiannya secepat ini, tak ku sangka dia meninggalkanku begitu saja dalam keadaan bersalahku, tak kusangka aku tak dapat mendengar kata LULUS dari suaranya, ta ku sangka aku telah kehilangannya, tak kusangka ku tak bisa menjadi saudara yang baik untuknya. Maafkan aku kakak, aku tak pernah bisa mewujudkan keinginanmu untuk menjadi kekasihmu, karena ku takut kehilanganmu, namun ternyata mengapa kehilanganmu terjadi ketika ku tak menjadi kekasihmu?.
            5 hari setelah kabar duka itu, aku baru bisa mengunjungi keluarganya yang ada di Sukabumi. Disambut kak Latif, aku diajak ke saung di belakang rumah alm.kak Inor. Terlihat ibu alm.Kak Inor di sana bersama teman kerjanya, kak Latif pun memperkenalkanku kepada ibunya alm, “wa, ini yang namanya Anggy”, aku pun bersalaman, dan ibu pun memperhatikanku sejenak, beliau bercderita banyak tentang almarhum kepadaku.
Dari ternak kelincinya yang kini tak tersisa satupun karena meninggal, kebun kangkung dan wortelnya, tanaman-tanaman yang dia tanam, hingga 1 minggu kegiatannya sebelum kak Inor meninggal. “si dede teh neng anggy, banyak mintanya, kan waktu hari kamis tanggal 11 Mei 2011 perpisahan, dia milih jas warna item sama kemeja warna putih, mama nanya ke dia ‘kuat dede ke perpisahan?’ jangan dipaksain de, ‘dede kuat mama, dede mau perpisahan sama teman-teman dan guru dede’. Udah pulang dari perpisahan, dia minta dibeliin nasi padang, terus nasi bakar kesukaannya, tumben banget habis, yang terakhir beli ice cream, makannya gak karuan udah berceceran ke sudut-sudut mulutnya, pokoknya mama turutin semua maunya dia, soalnya mama ingat pembicaraan sama dokter, bahwa si dede udah gak ada harapan lagi, mama disuruh berdoa aja”
Mengapa tak kau ceritakan keluhanmu kepadaku, mata dan kukumu yang menguning, ku tak menyadari kau memendam rahasia kakak, mengapa tak kau ceritakan penyakitmu kepadaku kakak......! :’(. Air mata ini tak terbendung lagi ketika ku melihat batu nisan bertuliskan “Roni Anugrah”. Tahukah saat itu aku berharap apa kakak?,
“Ya Allah, aku berharap ini hanya mimpi buruk, bangunkan aku Ya Allah, aku tak sanggup menerima semua ini, sadarkan aku Ya Allah bahwa dia tak pergi meninggalkanku.”, namun ternyata ini nyata. Aku melihat ibumu pingsan dengan seringnya karena tak kuat ditinggalkanmu, aku melihat ayahmu menangis menceritakan semua kebaikanmu kakak, aku melihat diriku menahan tangisan ini kakak, dan aku melihat hujan menahanku di rumahmu untuk waktu yang cukup lama.
Selamat jalan kakakku, kenanganmu kekal dalam benakku, sebagai seorang kakak dalam hidup dan kehidupanku. Terima kasih kakak. Nggy menyayangi kakak.
Presented for my brother
 “Roni Anugrah (26 Juni 1990-14 Mei 2011)”

 KAIZEN^^"

temukan makna dibalik membaca


Temukan Makna Dibalik Membaca
Ketika sedang merenung seperti ini, aku jadi teringat peristiwa lucu semasa kecil dulu. Saat  itu aku duduk di bangku TK 0 (nol) besar. Aku masih tidak mengerti ini dan itu, namun yang sangat aku sadari waktu itu adalah ketertarikanku pada mengeja kata. Saking tertariknya dengan hal baru dalam hidupku tersebut, sehabis pulang sekolah, aku yang hanya menggunakan pakaian dalam dengan gaya tengkurap di atas karpet sambil menahan dagu dengan tangan kiriku, aku membuka lembar demi lembar majalah edisi bulanan dari sekolah, aku mengeja kata demi kata lalu aku berpikir sejenak untuk menemukan maksud dari kata-kata itu. saat aku tak paham, ada mama yang senantiasa membimbingku, walau pada saat itu mama sedang memasak, beliau selalu memberitahuku tentang maksud dari kata-kata yang ku eja.
Tak hanya sampai di TK ketertarikan ku untuk mengenal lebih jauh tentang kata-kata. Beranjak ke MI, aku baru mengetahui bahwa kumpulan kata-kata itu disebut dengan kalimat. Hal yang paling ku ingat tentang kalimat adalah ketika pertama kali aku belajar tentang puisi. Puisi menurut asumsiku pribadi saat itu adalah kalimat bermakna. Tidak semua orang dapat memaknai sebuah puisi, termasuk aku. Ada kesulitan ketika aku belajar untuk membuat puisi. Mungkin karena aku terlalu banyak berpikir harus seperti apa dan bagaimana. Walau sampai saat ini aku tidak pandai membuat “si kalimat bermakna”, tapi aku selalu menyukainya. Standar anak MI membuat puisi, ya..Pasti sudah banyak yang tahu. Menceritakan banyak pengalaman mereka dalam bait-bait, yang satu sama lainnya mudah ditebak suasana hati si penulisnya. ^^”
Masa SMP dan MA ku tidak jauh berbeda di sana bisa ku temukan banyak keunikan dalam rangkaian kalimat yang bisa ku sebut paragraf. Di SMP ku temukan LKS (Lembar Kerja Siswa), itu menjadi konsumsi wajib bagi para siswa. Jika ingin dijadikan beban, maka memang benar itu akan jadi sebuah beban. Tapi jika dinikmati maka ilmu yang didapatkan pun tidak ada yang sia-sia. Dalam LKS tidak sedikit ilmu yang bisa aku dapatkan, namun tak sedikit juga ilmu yang aku lewat begitu saja (karena lupa..hheu). sifat buruk yang aku miliki ini tak patut untuk dicontoh.
Semasa MA aku lebih tertarik untuk membaca novel-novel fiksi. salah satu novel yang terkenang sampai saat ini adalah novel yang dipinjamkan sahabatku Stephanie Bamayi, ia memberi pinjam novel karangan Tasaro GK. Yang berjudul “Galaksi Kinanthi”. Awalnya aku tak begitu tertarik karena jumlah halaman yang sangat tebal , coba kuingat-ingat, emp..sekitar 542 halaman. Namun, ketika aku membaca sinopsis dan melihat begitu menariknya sampul buku itu maka aku putuskan untuk meminjamkannya.
Sangat ku ingat dengan jelas alur ceritanya hingga kini, dimana Kinanthi merupakan gadis dari Desa Gunung Kidul, Yogyakarta, kehidupan yang sangat pahit dia alami sebagai gadis sebatang kara yang ketika itu hanya bersahabat dengan Ajuj seorang anak kyai terpandang di kampungnya namun tetap bersahaja dan baik hati. Dalam memenuhi hidupnya kinanthi rela menjadi pembantu rumah tangga, hingga memecah batu di perbukitan bersama dengan Ajuj. Liku hidupnya tak semudah yang dibayangkan, ia berpikir bahwa dengan dia hidup di tempat tinggalnya kini ia tak akan menemukan kemajuan dalam hidupnya.
 Lalu seketika itu ia putuskan untuk pergi merantau meninggalkan kampungnya yang gersang dan sahabat kecilnya, Ajuj. Meninggalkan cibiran orang tentangnya yang dianggap tak layak untuk berteman dengan Ajuj karena perbedaan status mereka. Saat mereka akan berpisah, mereka diam-diam bertemu untuk menjanjikan satu hal, bahwa baik Ajuj maupun Kinanthi akan sama-sama mengirim kabar setiap bulannya, dan kelak nanti mereka akan bertemu di tempat mereka berpisah saat itu (padang ilalang dengan bertabur bintang, satu rasi bintangnya Ajuj beri nama Galaksi Kinanthi). Singkat cerita, Kinanthi tumbuh menjadi perempuan yang sangat cerdas, beretika, elegan, dsb. Tidak mudah ia mencapai hal tersebut, perlu perjuangan dan pengorbanan yang tak sesederhana kehidupan orang yang memiliki harta dan tahta.
 Sesampainya ia di Jakarta, ia pergi ke panti asuhan, surat pertama ia kirim untuk Ajuj, hingga Ajuj tahu keadaannya. Untuk beberapa bulan mereka masih saling bertukar surat, namun ketika Kinanthi menjadi TKW dan melarikan diri dari majikan karena hampir dilecehkan, hingga dia merasa tak ada tempat yang lebih aman yaitu kembali ke panti asuhan. Dia menanyakan kepada ibu panti, adakah surat untuknya, namun ibu panti menjawab tidak ada. Kinanthi berpikir bahwa Ajuj telah melupakannya. Walau Ajuj tak pernah membalas surat darinya, ia tetap mengirimi surat dengan dikirim ke alamat yang sama, tak sedikitpun kisah hidupnya yang tak dia ceritakan pada Ajuj.
Tak lama berada di panti, Dia diangkat oleh sebuah keluarga yang terlihat baik dan ingin mengurusnya, namun kenyataannya ia malah dijual ke germo untuk dijadikan PSK. Tak sudi dijadikan PSK ia kabur dan kembali menjadi TKW di Amerika, nasib Kinanthi memang kurang mujur, ia mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya. Awalnya ia sabar menghadapi, namun, ia tak tahan lagi dan pergi ke KEDUBES RI untuk Amerika. Di sana ia bertemu dengan Zaxi, seseorang yang sangat peduli pada kehidupan Kinanthi. Sehingga Kinanthi dapat menjadi manusia yang tak pernah ia bayangkan sendiri sebelumnya.di satu sisi ia dilamar oleh Zaki, seseorang yang telah banyak membantu hidupnya. Namun di sisi lain ia merindukan sosok sahabat kecilnya, Ajuj. ceritanya belum selesai sampai disitu. Ada hal yang sangat membuat terharu dengan persahabatan kinanthi dan Ajuj sedari kecil dalam bertumpuk surat yang ternyata selalu mereka kirim. Dan tentunya akan lebih seru jika kita membacanya sendiri.hehe..
Ketertarikanku membaca novel berawal saat itu. novel-novel yang aku senangi saat itu adalah novel-novel remaja yang ceritanya masih ringan baik dalam segi bahasa, masalah dan problem solvingnya. Cerita yang sedikitnya memberiku cerminan dalam menjalani kehidupan sebagai remaja putri yang masih labil. Ku akui bukannya aku membaca buku tentang keagamaan seperti kitab-kitab dan sejarah tentang agamaku. Namun, yang ku tahu pasti saat itu sebenarnya aku ingin belajar hal tersebut, bahkan sampai sekarang pun aku tetap menginginkan untuk belajar hal-hal tersebut. Satu hal yang membuatku tersendat untuk hal itu adalah “guru agama”. Menurutku, memilih guru yang benar-benar  untuk din ku tidak mudah, aku takut salah memilih guru, tapi aku sadari jikalau aku terus takut, kapan aku akan mendapatkannya. Memang tidak mudah, bahkan sampai saat ini pun aku belum bertemu guru tersebut.
Saat kuliah, hobi membacaku meningkat, mengenal orang-orang yang sangat hobi membaca pula. Senior-seniorku di kampus dan di organisasi HmI memberiku banyak saran dalam hal membaca, seperti aku harus rajin membaca koran setiap hari, membeli beberapa buku hingga memungkinkan aku memiliki rak buku sendiri, aktif di perpustakaan, dan lain sebagainya. Untuk membaca koran setiap hari, aku lakukan itu bahkan aku mulai berencana berlangganan koran bulanan. Kalau membeli buku, aku pasti selalu menyempatkan untuk menyisihkan uang sakuku setiap bulan, buku yang ku beli pun kini bukan buku-buku novel lagi, tapi buku-buku yang lebih mengarah pada sisi pemikiran dan perasaanku, ya, walau terkadang ketika membeli buku aku sempatkan membeli satu novel, J semuanya karena motivasi para seniorku, dan memang kebutuhanku untuk perkuliahan juga, hhee. Aktif di perpustakaan, jangan ditanya lagi, mau perpustakaan manapun asal bukunya dapat dibaca, ayo ayo saja.
Sekarang aku lebih betah berada di toko buku, membaca buku yang menjadi sample untuk dijual, atau terkadang memberi ciri kepada buku yang ingin ku beli ketika aku punya uang yang cukup J. Seperti beberapa minggu yang lalu, awalnya aku pergi ke kota untuk silaturahim dengan kawan-kawan kohati dari STAI Syamsul Ulum, namun dengan alasan ini dan itu, mereka mendadak membatalkan silaturahim tersebut, sementara aku saat itu sudah berada di kota. Awalnya aku bingung harus kemana dan mau apa, namun aku putuskan untuk pergi ke salah satu toko buku di kota, tak terasa aku menghabiskan 3 jam untuk berada di toko buku itu, namun ada satu buku yang ku beli yaitu the science of shalat, dan dua buku yang ku beri ciri yaitu fikih muslimah dan Perempuan Pencari Tuhan, semoga nanti jika uangku terkumpul dan cukup, aku akan kembali untuk membeli buku tersebut.
Buku yang ku beli saat itu berjudul “The Science of Shalat”, ketertarikan muncul ketika aku melihat judul buku dalam sampul depan, warna sampul yang kalem, sinopsinya tak lupa ku baca, ku lihat daftar isi yang tertera di dalam sample buku, satu kata dalam pikiranku, “menarik”. Satu hal yang menjadi daya tarikku adalah buku ini bisa memotivasiku dalam melakukan ibadah wajib dan sunnah. Bisa aku berikan motivasi ini terutama untuk keluargaku (orangtua, dan adik-adikku terkasih), sahabat-sahabatku, dsb. Setidaknya ada hal yang dapat dibagikan dalam buku ini. Lembar demi lembarnya ku baca, ketakjuban atas kandungan science yang ada dalam shalat, setiap geraknya bermanfaat, setiap geraknya menyehatkan, setiap geraknya adalah filosofi dalam kehidupan kita sebagai hamba-Nya yang tiada daya dan upaya. Walau aku menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna membahas secara detail tentang science dalam shalat, namun ku akui, aku belajar banyak hal baru dalam buku ini. J
Kini ku menyadari semuanya bertahap, aku tak bisa langsung menyukai hal yang asing dan sulit untuk ku pahami, namun kadang dengan keterpaksaan dan kebutuhan, itu semua akan mudah dikuasai. Begitu pun dengan hobiku membaca novel, awalnya tidak pernah ku sadari, namun semakin kemari aku berpikir jangan hanya mencari kenyamanan dalam hobimu, tapi cari juga hal lain yang dapat merubah dirimu menjadi lebih baik lagi dari apa yang kamu baca.
Semoga bermanfaat (maaf banyak curhatnya :-D)

KAIZEN^^"